Selasa, 29 Mei 2012

Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah

Cara Merawat Knalpot Motor Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah
Cara Merawat Knalpot Motor
Knalpot motor adalah salah satu komponen penting dari motor yang berfungsi sebagai penyalur gas buang yang dihasilkan dari sisa pembakaran pada mesin. Selain itu knalpot juga dapat menunjang penampilan motor anda, tak heran jika banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli knalpot.
Knalpot memerlukan perawatan khusus karena mudah berkarat dan bocor yang dapat menghasilkan suara berisik atau keras. Karat pada knalpot terjadi karena perbedaan suhu antara di dalam dan di luar pipa knalpot. Jika di daerah pantai karena kandungan garam cukup tinggi di udara sekitar, maka kotoran yang menempel akan lumer dan mudah menimbulkan korosi.
Tips Merawat Knalpot Motor Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah

Berikut kami berikan Tips Merawat Knalpot Motor :

1. Bersihkan kerak knalpot.
Tips bersihkan kerak dan Merawat Knalpot Motor Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah
Bersihkan kerak sisa pembakaran pada pada leher knalpot, agar tidak mengganggu pelepasan gas buang. Kerak knalpot akan menumpuk jika tidak di bersihkan, apalagi pada motor 2 tak.
2. Periksa kebocoran dari paking knalpot.
Periksa dan ganti apabila paking knalpot rusak. Paking knalpot yang rusak akan mengakibatkan sebagian gas buang keluar lewat paking antara knalpot dan mesin. Sehingga tendangan balik yang dihasilkan knalpot tidak akan maksimal.
3. Periksa kekencangan baut pegangan knlpot.
Pemeriksaan kekencangan baut pegangan knalpot sangat di perlukan, karena apabila baut longgar dapat mengakibatkan patahnya knalpot karena getaran yang di hasilkan mesin.
4. Beri oli bekas secukupnya pada knalpot.
Tips Merawat Knalpot Motor dengan Oli Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah
Untuk menanggulangi karat yang biasanya menyerang knalpot 4 tak, para pemilik motor biasanya menuangkan sedikit oli ke dalam knalpot.
5. Periksa lubang pembuangan air pada knalpot.
Sambil memberi oli pada knalpot anda periksa juga lubang pembuangan air pada knalpot, jika tersumbat tusuk pakai lidi atau paku. Apabila lubang pembuangan air pada knalpot tersumbat dapat mengakibatkanterjadinya karat.
6. Olesi oli bekas pada leher knalpot yang berkarat.
Tips Merawat Knalpot Motor oles oli Tips Merawat Knalpot Motor di Rumah
Biasanya pada leher knalpot motor underbone (bebek) di serang karat terlebih dahulu. Itu diakibatkan karena percikan air hujan dan kotoran dari roda depan langsung menuju leher knalpot. Untuk mengatasinya olesi oli bekas ke leher knalpot yang karatan dan panaskan mesin selama 15 menit atau lebih efektifnyaoleskan oli bekas pada saat anda meu berkendara. Biarkan apabila keluar asap putih dari oli yang kita oleskan tadi, lama kelamaan karat akan rontok sendiri. Ulangi setiap 3 hari sekali agar karat cepat rontok.
Semoga artikel mengenai Tips Merawat Knalpot Motor ini dapat berguna bagi para pembaca dan gak galau lagi melihat leher knalpotnya kuning. hehehehehe……

share from http://www.motorku.info/tips-merawat-knalpot-motor-di-rumah

Cara Merawat Busi Motor Agar Mesin Tidak Mudah Mati


Cara Merawat Busi Motor Cara Merawat Busi Motor Agar Mesin Tidak Mudah Mati
Pada artikel kali ini kami ingin berbagi cara merawat busi motor agar tahan lama dan tidak merepotkan anda ketika sedang melakukan perjalanan. Busi memiliki peranan yang penting dari sebuah mesin motor. Busi berfungsi untuk menghasilkan energy percikan api yang kemudian membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder.
Busi memang mempunyai bentuk yang kecil sehingga terkadang sering dilupakan dari perhatian pemilik motor. Padahal komponen ini juga membutuhkan perhatian dan perawatan rutin, sebab jika busi motor rusak, bisa berakibat motor kesayangan anda akan mogok atau tidak bisa hidup secara normal. Simak cara merawat busi dibawah ini.

Cara Merawat Busi Motor :

  1. Jika Anda memiliki motor keluaran terbaru, sebaiknya periksa kondisi busi ketika speedometer menunjukkan angka 1.000 km dan setiap 3.000 km setelah itu. Ganti busi setiap 6.000 km.
  2. Periksa kondisi businya. Jika busi kering dan berkerak abu-abu, itu tandanya pembakaran mesin motor anda masih berjalan baik. Namun, jika busi terlihat basah danvkeraknya berwarna hitam, artinya pembakaran di dalam motor kurang sempurna.
  3. Bila busi tidak pernah dibersihkan, maka elektroda yang ada di dalamnya aus sedikit demi sedikit dan akan terjadi endapan di sekitar busi yang bisa mengakibatkan gangguan pada system pembakaran. Pada umumnya celah elektroda berjarak 0.8 milimetersampai 1.2 milimeter.
  4. Bila elektroda pada busi bagian tengah benar-benar habis, maka sebaiknya diganti dan harus melakukan penyetelan ulang celah antara busi menggunakan alat ukur ketebalan
  5. Ganti busi motor Anda sesuai dengan spesifikasi mesin.
  6. Bila mesin motor Anda mulai susah untuk dihidupkan, kemungkinan penyebabnya adalah busi yang perlu dibersihkan.
Semoga informasi mengenai cara merawat busi motor diatas dapat berguna bagi anda.

share from  http://www.motorku.info/cara-merawat-busi-motor-agar-mesin-tidak-mudah-mati

Karakteristik Generasi Z dan Bagaimana Dunia Pendidikan Menyikapinya

Written by Prof. Dr. Patrisius Istiarto Djiwandono     

Kiprah pendidikan senantiasa hidup dalam suatu dunia yang terus berubah seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan perubahan demografi. Jika dunia pendidikan tidak menyelaraskan diri dengan perkembangan jaman tersebut, pendidikan akan menjadi usang dan tidak selaras dengan kemajuan di milenium kedua ini. Generasi muda saat ini, yang disebut juga Generasi Z atau Net Generation, mempunyai karakteristik yang membuat mereka berbeda dengan generasi terdahulu. Jika dunia pendidikan tidak membuat upaya untuk memetakan profil khas pemelajar ini dan merancang pola pembelajaran yang sesuai, akan terbentuk kesenjangan antara keduanya.
Pemelajar di jaman informasi ini mempunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual (Felder dan Soloman, 1993).  Pemelajar aktif  mudah belajar dengan  melakukan sendiri apa yang sedang dipelajari.  Maka, mata kuliah yang terlalu banyak bersifat ceramah dan komunikasi satu arah serta terpusat kepada dosen (teacher-centered) tidak akan cocok dengan mereka. Sebaliknya, pembelajaran yang membuat mereka menerapkan teori dan melakukan sendiri apa yang  sedang dipelajari akan dengan mudah menarik minat dan pada gilirannya kemampuan belajar mereka.  Mereka yang bergaya belajar sequential  mudah menyerap materi yang diberikan secara runtut, berurutan secara logis, dan dengan jelas terkait antara satu dengan lainnya. Mereka dengan gaya belajar sensing cenderung menyukai fakta, menyukai hal-hal yang penerapan praktisnya jelas, mengharapkan relevansi dengan dunia sehari-hari, dan kurang suka teori abstrak dan tes yang materinya belum dibahas tuntas di kelas. Akhirnya, mereka dengan gaya belajar visual akan terbantu dengan bagan, skema, dan diagram alir dari rangkaian teori yang sedang mereka kupas. Keempat gaya belajar ini selaras dengan kecenderungan generasi Z yang kehidupannya sarat dengan interaksi lewat berbagai media virtual seperti ponsel, Blackberry, dan Internet. Kesimpulannya, sudah saatnya praktek pendidikan mengakomodasi kecenderungan ini melalui kombinasi yang efektif antara pembelajaran teori dengan eksplorasi dunia maya melalui berbagai piranti teknologi informasi tersebut.
Di bidang pembelajaran bahasa, misalnya, temuan termutakhir di ranah pembelajaran kosa kata membuka cara-cara baru untuk memaksimalkan dampak pembelajaran. Penerapan Output Hypothesis yang semula dirancang untuk mengasah kemampuan berbicara dan menulis telah meluas dengan dampak yang cukup positif pada pembelajaran kosa kata. Pada prinsipnya, semakin sering seorang pemelajar diminta untuk memakai kosa kata yang sedang dipelajarinya dalam ucapan maupun tulisannya, semakin baik kosa kata itu tertanam dalam benaknya. Dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia berlimpah di Internet, seorang guru bahasa bisa dengan mudah menciptakan lingkungan belajar yang memacu pertumbuhan kosa kata para muridnya. Situs pemilah jenis kata (word profiler) dengan cepat bisa membantu mereka mengenali kosa kata apa yang harus dipelajari secara sadar dengan penuh perhatian (intentional learning), dan mana yang bisa diserahkan pada mekanisme belajar secara otomatis (incidental learning). Lalu, situs yang menyediakan piranti concordance memampukan mereka untuk melihat bagaimana kata-kata dan ungkapan tadi dipakai secara alamiah dalam wacana tulis dan lisan sehari-hari. Stevens (1993) menegaskan bahwa situs concordancer ini menyusun data bahasa sedemikian rupa sehingga pemelajar bisa dengan cepat menemukan pola-pola wacana alamiah dan dengan demikian membuat proses penguasaannya menjadi lebih singkat. Kamus online bisa dengan cepat membantu mereka menemukan arti beberapa kata penting yang masih baru dikenal. Beberapa kamus online terkenal seperti Cambridge Online Dictionary bahkan menyediakan peta semantik yang merangkaikan kata-kata ini dengan kata-kata sinonim dan lawan katanya dalam suatu bentuk diagram atau jejaring. Situs terkenal Youtube atau Metacafe menyediakan berbagai tampilan video dimana bahasa dan kosa kata tersebut digunakan dalam interaksi alamiah sehari-hari. Maka, nampak bahwa penggunaan media Internet  dalam pembelajaran selaras dengan keempat gaya belajar yang telah diulas di atas tadi.
Pada saat yang sama, dunia pendidikan terus berinovasi dan tak segan mengulas kembali prinsip-prinsip yang telah diajukan di masa lalu namun masih relevan sampai sekarang. Pendekatan berpikir kritis (Critical Thinking) sedang banyak diaplikasikan dan dikaji keefektifannya untuk kegiatan belajar di semua disiplin ilmu. Dengan tujuan utama membentuk pemelajar yang mampu belajar mandiri dengan bertumpu pada alur pemikiran yang logis dan sistematis, pendekatan ini  sangat relevan dengan jaman di mana sumber belajar berlimpah dari Internet dan pemelajar terpapar pada sekian banyak sumber informasi. Dihadapkan pada situasi berkelimpahan seperti ini, tak pelak seorang pemelajar harus secara mantap menentukan tujuannya dan dengan kritis menentukan sumber-sumber apa yang mereka bisa pakai untuk mencapai tujuan tersebut. Bukan hanya itu, namun ketika sudah mencapai tujuan, mereka juga harus mampu mengevaluasi sejauh mana dan bagaimana tujuan itu dicapai. Pada intinya, pendekatan berpikir kritis sebaiknya mulai ditanamkan dan dipacu untuk generasi terdidik dari semua bidang ilmu. Pada saat yang sama, dunia pendidikan sebaiknya tidak segan berbenah diri untuk senantiasa peka terhadap kecenderungan gaya belajar generasi muda dan membuat perubahan yang signifikan.

Prof. Dr. Patrisius Istiarto Djiwandono
Dosen dan Kepala Language Training Center
Prodi Sastra Inggris, Universitas Ma Chung, Malang
Daftar Acuan
Felder, R.M., and Soloman, B.A. (1993). Learning styles and strategies. Diunduh 9 Januari 2010 dari http://www4.ncsu.edu/unity/lockers/users/f/felder/public/ILSdir/styles.htm
Stevens, V. (1993). Concordances as enhancements to language competence. TESOL Matters 2, hal 6:11.

Pelaksanaan Pemeriksaan Keamanan/Kelayakan Kendaraan

BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI


Modul Pelaksanaan pemeriksaan keamanan/ kelayakan kendaraan ini membahas persyaratan desain yang berhubungan dengan keamanan kendaraan, persyaratan minimum untuk cara kerja sistem, prosedur pemeriksaan kendaraan/ komponen, petunjuk teknis cara menguji kendaraan bermotor, persyaratan pelaporan hasil pemeriksaan dan daftar pemeriksaan. Bahan ajar dalam modul ini disajikan dalam 5 kegiatan belajar.
  • Kegiatan belajar 1 : membahas tentang persyaratan desain yang berhubungan dengan keamanan kendaraan. 
  •  Kegiatan belajar 2 : membahas tentang persyaratan minimum untuk cara kerja sistem. 
  • Kegiatan belajar 3 : membahas tentang prosedur pemeriksaan kendaraan/ komponen. 
  • Kegiatan belajar 4 : membahas tentang petunjuk teknis cara menguji kendaraan bermotor 
  • Kegiatan belajar 5 : membahas tentang persyaratan pelaporan hasil pemeriksaan dan daftar pemeriksaan. Manfaat dari kemampuan melaksanakan pemeriksaan keamanan/ kelayakan kendaraan ini dapat digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/ servis dan perbaikan bidang perbengkelan kendaraan bermotor, agar kendaraan tetap dalam kondisi yang sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuat maupun peraturan pemerintah tentang kendaraan bermotor yang berlaku.
 
B. PRASYARAT

Untuk dapat mempelajari modul pelaksanaan pemeriksaan keamanan/ kelayakan kendaraan dengan lancar, siswa harus sudah menguasai kompetensi yang dilatihkan pada modul dengan kode: OPKR 10-016C : Mengikuti Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan OPKR 10-017C : Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja OPKR 10-010C : Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur.


C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Bagi Siswa

Guna memperoleh hasil belajar yang maksimal dengan menggunakan modul ini, maka perlu ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Bacalah dan pahami dengan sekasama uraian-uraian bahan ajar yang ada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada bahan ajar yang sulit dipahami, siswa dapat bertanya pada guru yang membimbing kegiatan belajar ini.
  2. Kerjakan setiap tugas dan tes formatif untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap bahan ajar yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
  3. Jika belum menguasai bahan ajar pada tingkat yang diharapkan, pelajari sekali lagi bahan ajar pada kegiatan belajar tersebut atau bertanyalah kepada guru yang membimbing kegiatan belajar ini.

2. Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk :
  1. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik baru dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa.
  4. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
  5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok bila diperlukan
  6. Merencanakan seorang ahli/ pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu bila diperlukan.
  7. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya.
  8. Menyiapkan kunci jawaban tes formatif dan soal evaluasi.Melaksanakan penilaian.
  9. Menjelaskan kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya.
  10. Mencatat pencapaian kemajuan siswa.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari materi pembelajaran secara keseluruhan pada modul ini, siswa diharapkan dapat memahami cara melaksanakan pemeriksaan keamanan/ kelayakan kendaraan secara benar.


Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Melaksanakan Pekerjaan Dasar Kelistrikan

BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI


Modul Melaksanakan pekerjaan dasar kelistrikan dengan kode ABMR 011.016 -1A berisi materi dan informasi tentang dasar listrik, arus, tegangan, tahanan, hukum Ohm, daya listrik. Pada modul ini juga mengungkap tentang rangkaian kelistrikan yaitu rangkaian seri, parelel dan kombinasi, serta masalah magnet dan induksi. Materai diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 7 kegiatan belajar. Kegiatan belajar
  1. Mengukur tegangan, arus dan tahanan, kegiatan belajar 
  2. Merangkai hubungan seri, parallel dan kombinasi, kegiatan belajar
  3. Mendemontrasikan penggunaan magnet, Kegiatan belajar 
  4. Mendemontrasikan timbulnya induksi sendiri/ mutual induction, kegiatan belajar 
  5. Menggunakan Electric Wire, kegiatan belajar  
  6. Menggunakan electrical wire conector dan kegiatan belajar 
  7. Multimeter.

Setiap kegiatan belajar berisi tujuan, materi, dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materai, dilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indicator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.

Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik. Uji teoritis dengan siswa menjawab pertanyaan yang pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui


B. PRASYARAT


Modul ini merupakan kompetensi dasar dalam bidang kelistrikan sehingga tidak menuntut prasyarat untuk mempelajarinya.


C. PETUNJUK PENGGUNAAN

1. Petunjuk Bagi Siswa
  1. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.
  2. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar, bila ada uraian yang kurang jelas silakan bertanya pada guru/ instruktur.
  3. Kerjakan setiap test formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk mengetahui seberapa besar pemahaman saudara terhadap materi yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan lembar jawaban yang ada.
  4. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja yang ada.
  5. Perhatikan petujuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.
  6. Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.
  7. Bila saudara merasa siap mintalah guru/intruktur untuk menguji kompetensi saudara.

2. Petunjuk Bagi Guru/Istruktur

Guru/ intruktur bertindak sebagai fasilitator, motivator, organisator dan evaluator. Jadi guru/intruktur berperan:
  1. Fasititator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi, bahan, alat, training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai.
  2. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat, dan mencapai kompetensi dengan sempurna
  3. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul, berlatih keterampilan, memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa.
  4. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa, sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya.

D. TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi:
  1. Merangkai hubungan seri, parallel dan gabungan .
  2. Mendemonstrasikan penggunaan magnet
  3. Mengukur tegangan, tahanan dan arus
  4. Mendemonstrasikan timbulnya induksi sendiri dan mutual pada kemagnitan
  5. Menggunakan electric wire
  6. Menggunakan electric wire connector
  7. Menggunakan multimeter

Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine


BAB I
PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI


Modul Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melakukan Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine secara efektif, efisien dan aman. Cakupan materi yang akan dipelajari dalam modul ini meliputi :
  •  Pemahaman prinsip dan cara kerja motor bensin 2 tak maupun 4 tak,
  • Pemahaman prinsip kerja dari motor diesel 4 tak, 
  • Pemahaman prinsip kerja system pendinginan,  
  • Pemahaman prinsip kerja system pelumasan, 
  • Pemahaman prinsip kerja system bahan bakar,
  • Pemahaman proses perhitungan daya motor, 
  • Pemahaman konstruksi dan fungsi bagian utama Engine, 
Modul ini terdiri atas satu kegiatan belajar yang membahas tentang prinsip dan cara kerja motor bensin 2 tak maupun 4 tak, prinsip kerja dari motor diesel 4 tak, prinsip kerja sistem pendinginan, prinsip kerja sistem pelumasan, prinsip kerja system bahan bakar, memahami proses perhitungan daya motor, memahami konstruksi dan fungsi bagian utama Engine, prosedur membongkar dan memasang bagian-bagian utama Engine dan cara pembersihan Engine dengan Glass Bead. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat memahami cara Melaksanakan Pekerjaan Dasar Engine. Bagi siswa yang telah mampu menguasai modul ini dapat melanjutkan modul berikutnya (lihat pada peta kedudukan modul).

B. PRASYARAT

Modul ini merupakan modul bertingkat yang memerlukan pemahaman dan penguasaan, sebelum memulai modul ini diwajibkan untuk menempuh modul ABMR 011.04.A dan modul- modul sebelumnya bagi peserta diklat pada Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Petunjuk Bagi Peserta Diklat


Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain :
  • Baca dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar.
  • Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
  • Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktek, perhatikanlah hal-hal berikut ini :
  1. Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.
  2. Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan bai
  3. Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cerma
  4. Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.
  5. Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
  6. Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
 
  • Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pemelajaran yang bersangkutan.

2. Petunjuk Bagi Guru


Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk :
  1.  Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktek baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat.
  4. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
  5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan mampu :
  1. Menjelaskan prinsip dan cara kerja motor bensin 2 tak maupun 4 tak,
  2. Menjelaskan prinsip kerja dari motor diesel 4 tak,
  3. Menjelaskan prinsip kerja sistem pendinginan,
  4. Menjelaskan prinsip kerja sistem pelumasan,
  5. Menjelaskan prinsip kerja sistem bahan bakar,
  6. Menjelaskan proses perhitungan daya motor,
  7. Menjelaskan konstruksi dan fungsi bagian utama Engine,
  8. Menjelaskan prosedur membongkar dan memasang bagian-bagian utama Engine,
  9. Menjelaskan cara pembersihan Engine dengan Glass Bead.

E. KOMPETENSI

Modul AMBR 011.19-1.A membentuk sub kompetensi mengidentifikasi komponen engine. Uraian sub kompetensi ini dijabarkan seperti pada halaman berikutnya.


Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!

Merawat Baterai

BAB I
PENDAHULUAN
 
A. DESKRIPSI

Modul Merawat Baterai dengan kode ABMR 011.018-1.A berisi materi dan informasi tentang prosedur pelepasan dan pemasangan baterai, mengaktifkan baterai, memeriksa dan mengisi baterai, metode melakukan jumper baterai. Selain itu diuraikan informasi tentang keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan terkait penangan baterai. Materai diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami bahasan yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 5 kegiatan belajar, setiap kegiatan belajar berisi materi, dan diakhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materai, dilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.

Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktek. Uji teoritis dengan siswa menjawab pertanyaan yang pada soal evaluasi, sedangkan uji praktek dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimiliki dan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi pengujian, pemeliharaan dan penggantian baterai dengan sub kompetensi:
  1. Melepas dan memasang baterai.
  2. Mengaktifkan baterai.
  3. Memeriksa dan mengisi baterai.
  4. Menguji baterai.
  5. Menjumper baterai.
Siswa melanjutkan ke modul berikutnya bila memenuhi kriteria kelulusan.

B. PRASYARAT

Untuk mempelajari modul ini, pesert diklat harus sudah menempuh modul ABMR 011.16.1A. modul ini juga menjadi prasyarat untuk mempelajari modul- modul berikutnya, sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi dan peta kedudukan modul.

C. PETUNJUK PENGGUNAAN


1. Petunjuk Bagi Siswa
  1. Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.
  2. Bacalah modul secara seksama pada setiap kegiatan belajar, bila ada uraian yang kurang jelas silakan bertanya pada guru/ instruktur.
  3. Kerjakan setiap test formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk mengetahui seberapa besar pemahaman saudara terhadap materi yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan lembar jawaban yang ada.
  4. Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja.
  5. Perhatikan petujuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.
  6. Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.
  7. Bila saudara siap mintalah guru untuk menguji kompetensi saudara.

2. Petunjuk Bagi Guru/Instruktur

Guru/ instruktur bertindak sebagai fasilitator, motivator, organisator dan evaluator. Jadi guru/ instruktur berperan:
  1. Fasilitator yaitu menyediakan fasilitas berupa informasi, bahan, alat, training obyek dan media yang cukup bagi siswa sehingga kompetensi siswa cepat tercapai.
  2. Motivator yaitu memotivasi siswa untuk belajar dengan giat, dan mencapai kompetensi dengan sempurna.
  3. Organisator yaitu bersama siswa menyusun kegiatan belajar dalam mempelajari modul, berlatih keterampilan, memanfaatkan fasilitas dan sumber lain untuk mendukung terpenuhinya kompetensi siswa.
  4. Evaluator yaitu mengevaluasi kegiatan dan perkembangan kompetensi yang dicapai siswa, sehingga dapat menentukan kegiatan selanjutnya.
 
 D. TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi:
  1. Melepas dan memasang baterai dengan prosedur yang benar.
  2. Mengaktifkan baterai dengan prosedur yang benar.
  3. Memeriksa dan mengisi baterai dengan metode yang benar.
  4. Menguji baterai dengan prosedur yang benar.
  5. Melaksanakan jumper baterai dengan prosedur yang benar.

Untuk lebih lengkap modulnya silakan klik dibawah ini!!!
Download disini!